DASAR – DASAR KOMUNIKASI
(PENGERTIAN KOMUNIKASI)
Komunikasi
Komunikasi adalah sebuah
kegiatan mentransfer sebuah informasi baik secara lisan maupun tulisan. Namun,
tidak semua orang mampu melakukan komunikasi dengan baik(efektif). Terkadang
ada orang yang mampu menyampaikan semua informasi secara lisan tetapi tidak
secara tulisan ataupun sebaliknya.
Model - Model Komunikasi
1. Model Pertama
Model komunikasi manusia yang
sederhana mirip dengan model komunikasi Shannon & Weaver.
2. Model Kedua
Model komunikasi yang lebih rumit
yang memperhitungkan pengalaman dua individu yang mencoba berkomunikasi.
Kesamaan
dalam bidang pengalaman yang dimiliki sumber dan sasaran yang sebenarnya dikomunikasikan.
3. Model Ketiga
Model yang menganggap komunikasi
sebagai interaksi kedua pihak yang menyandi, menafsirkan, menyandi-balik, mentransmisikan, dan menerima sinyal.
Ada proses yang berkelanjutan dalam memberikan umpan balik
atau berbagi informasi.
Pada dasarnya komunikasi digunakan untuk menciptakan atau
meningkatkan aktifitas hubungan antara manusia atau kelompok.
Jenis - Jenis Komunikasi
Jenis
komunikasi terdiri dari:
1.
Komunikasi verbal dengan kata-kata
Komunikasi Verbal mencakup aspek-aspek berupa ;
a.
Vocabulary (perbendaharaan kata-kata). Komunikasi tidak akan efektif bila pesan
disampaikan dengan kata-kata yang tidak dimengerti, karena itu olah kata
menjadi penting dalam berkomunikasi.
b.
Racing (kecepatan). Komunikasi akan lebih efektif dan sukses bila kecepatan
bicara dapat diatur dengan baik, tidak terlalu cepat atau terlalu lambat.
c.
Intonasi suara: akan mempengaruhi arti pesan secara dramatik sehingga pesan
akan menjadi lain artinya bila diucapkan dengan intonasi suara yang berbeda.
Intonasi suara yang tidak proposional merupakan hambatan dalam berkomunikasi.
d.
Humor: dapat meningkatkan kehidupan yang bahagia. Dugan (1989), memberikan
catatan bahwa dengan tertawa dapat membantu menghilangkan stress dan nyeri.
Tertawa mempunyai hubungan fisik dan psikis dan harus diingat bahwa humor
adalah merupakan satu-satunya selingan dalam berkomunikasi.
e.
Singkat dan jelas. Komunikasi akan efektif bila disampaikan secara singkat dan
jelas, langsung pada pokok permasalahannya sehingga lebih mudah dimengerti.
f.
Timing (waktu yang tepat) adalah hal kritis yang perlu diperhatikan karena
berkomunikasi akan berarti bila seseorang bersedia untuk berkomunikasi, artinya
dapat menyediakan waktu untuk mendengar atau memperhatikan apa yang
disampaikan.
2. Komunikasi Non Verbal
Komunikasi Non Verbal disebut dengan bahasa tubuh, komunikasi
non verbal adalah penyampaian pesan tanpa kata-kata dan komunikasi non verbal
memberikan arti pada komunikasi verbal.
Yang
termasuk komunikasi non verbal :
a.
Ekspresi wajah
Wajah
merupakan sumber yang kaya dengan komunikasi, karena ekspresi wajah cerminan
suasana emosi seseorang.
b.
Kontak mata, merupakan sinyal alamiah untuk berkomunikasi. Dengan mengadakan
kontak mata selama berinterakasi atau tanya jawab berarti orang tersebut
terlibat dan menghargai lawan bicaranya dengan kemauan untuk memperhatikan
bukan sekedar mendengarkan. Melalui kontak mata juga memberikan kesempatan pada
orang lain untuk mengobservasi yang lainnya
c.
Sentuhan adalah bentuk komunikasi personal mengingat sentuhan lebih bersifat
spontan dari pada komunikasi verbal. Beberapa pesan seperti perhatian yang
sungguh-sungguh, dukungan emosional, kasih sayang atau simpati dapat dilakukan
melalui sentuhan.
d.
Postur tubuh dan gaya berjalan. Cara seseorang berjalan, duduk, berdiri dan
bergerak memperlihatkan ekspresi dirinya. Postur tubuh dan gaya berjalan
merefleksikan emosi, konsep diri, dan tingkat kesehatannya.
e.
Sound (Suara). Rintihan, menarik nafas panjang, tangisan juga salah satu
ungkapan perasaan dan pikiran seseorang yang dapat dijadikan komunikasi. Bila
dikombinasikan dengan semua bentuk komunikasi non verbal lainnya sampai desis
atau suara dapat menjadi pesan yang sangat jelas.
f. Gerak isyarat, adalah
yang dapat mempertegas pembicaraan . Menggunakan isyarat sebagai bagian total
dari komunikasi seperti mengetuk-ngetukan kaki atau mengerakkan tangan selama
berbicara menunjukkan seseorang dalam keadaan stress bingung atau sebagai upaya
untuk menghilangkan stress
Komunikasi Periklanan
Komunikasi periklanan
adalah penyampaian pesan penawaran mengenai suatu produk, jasa atau ide kepada
khayalak (konsumen) melalui media massa dan media lainnya yang dibayar untuk
mempengaruhi khayalak sehingga menggunakan produk, jasa atau ide yang
ditawarkan.
Source (Produk)
Sumber komunikasi adalah produsen yang menjadi pemilik
produk/jasa/ide yang akan ditawarkan. Produsen bermaksud supaya produk/jasa/ide
digunakan oleh konsumen. Produk/jasa/ide merupakan sesuatu yang ditawarkan
untuk memenuhi kebutuhan dan memuaskan konsumen.
·
Produk adalah barang yang
bernilai ekonomis yang diperlukan oleh konsumen.
– Produk tahan lama : yang tidak habis
dipakai misalnya perabotan, mobil, elektronik, dsb.
– Produk tidak tahan lama :habis dipakai
misalnya, sabun, makanan, minuman, dsb.
– Produk berwujud (tangible) : adalah
produk yang ada bentuk fisiknya.
·
Jasa adalah layanan yang dapat
memuaskan kebutuhan konsumen. Misalnya jasa angkutan transportasi, jasa
pendidikan, jasa perbankan, dsb. Jasa sering disebut sebagai produk tidak
berwujud (intangible).
·
Ide adalah hasil pemikiran
yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen.
Message (Iklan)
Iklan adalah pesan-pesan penawaran yang dibuat untuk membantu
menjual produk/jasa/ide yang dimaksud. Proses perumusan pesan yang dapat
membantu penjualan meliputi isi, struktur dan format yang paling baik untuk
kondisi produk /jasa/ide yang ditawarkan.
Channel (Saluran)
·
Media adalah alat
perantara yang digunakan dalam menyalurkan pesan penawaran kepada konsumen.
Misalnya surat kabar, majalah, radio, televisi, internet, billboard, bioskop,
VCD/DVD, mobile, dsb.
·
Disini terjadi proses pemilihan
media yang paling kuat pengaruhnya untuk membantu menyalurkan pesan-pesan
iklan.
Receiver (Audiens)
·
Audiens orang yang
menjadi sasaran penyampaian iklan.
·
Komunikasi dalam
komunikasi periklanan sering disebut khayalak konsumen atau calon konsumen yang
menjadi pengguna produk/jasa/ide yang ditawarkan.
·
Komunikasi menerima iklan
dan mengolahnya sehingga menghasilkan efek.
Effect (Efek)
Efek adalah tujuan yang diharapkan oleh komunikasi periklanan
dapat berupa:
·
Kognitif: Pengetahuan
terhadap produk
·
Afektif: Menyukai
·
Konatif: Tindakan
pembelian.
Tahap Mencapai Efek
1. Exposure
Proses pertama yang dialami konsumen yaitu diterpa (terdedah)
atau tersentuh oleh pesan iklan.
2. Processing
Iklan yang disampai kepada konsumen akan diolah atau diproses
dalam memori konsumen. Konsumen coba memahami isi iklan dan membandingkan
dengan nilai-nilai yang ada dalam memori.
3. Communication Effect
Informasi yang diolah dalam memori mengakibatkan terjadinya
pengaruh dalam diri konsumen berupa :
·
Kesadaran terhadap produk.
·
Pengetahuan terhadap
produk.
·
Menyukai produk.
·
Mengutamakan merk.
·
Yakin akan produk.
4. Target Audience Action
Konsumen membeli produk yang ditawarkan.
PERAN IKLAN DALAM
PEMASARAN
Iklan merupakan bagian dari bauran promosi (promotion mix)
sedangkan bauran promosi adalah bagian dari bauran pemasaran (marketing mix)
dimana marketing mix meliputi:
·
Product (Barang/ Jasa)
·
Price (Harga)
·
Place (Distribusi)
Promotion (Usaha peningkatan penjualan)
Dalam bauran promosi sendiri dikenal ada lima unsur komunikasi
yang utama:
·
Advertising (Periklanan): Semua bentuk penyajian pesan-pesan penjualan yang bersifat
nonpersonal, berupa penjualan tentang barang atau jasa yang dibayar oleh suatu
perusahaan.
·
Sales promotion (Promosi Penjualan): Berbagai bentuk insentif jangka pendek yang diberikan produsen
untuk mendorong keinginan konsumen agar tertarik dan mencoba atau membeli suatu
produk atau jasa yang ditawarkan.
·
Publicity/ Public Relations (Publisitas atau Hubungan
Masyarakat): Berbagai macam program
yang dibuat untuk memelihara, menciptakan, dan mengembangkan citra dan image
perusahaan atau merek sebuah produk.
·
Personal selling (Promosi pribadi): Interaksi langsung dengan satu atau beberapa calon pembeli
dengan melakukan presentasi, menjawab pertanyaan, dan menerima pesanan dari
pembeli.
·
Direct marketing (Pemasaran Langsung): Interaksi langsung dengan konsumen melalui penggunaan surat,
telepon, fax, e-mail, dan alat komunikasi nonpersonal lainnya untuk melakukan
komunikasi secara langsung agar mendapat tanggapan dari calon konsumen.
Peran Periklanan
·
Periklanan merupakan
bagian untuk memenuhi fungsi pemasaran.
·
Untuk dapat menjalankan
fungsi pemasaran, maka periklanan tentu saja tidak sekedar memberikan informasi
kepada khalayak tapi juga ditujukan untuk mempengaruhi perasaan, pengetahuan,
makna, kepercayaan, sikap dan citra konsumen yang berkaitan dengan suatu produk
atau merek.
·
Citra produk yang terbaik
biasanya tercipta melalui kegiatan-kegiatan periklanan.
·
Segmen pasar yang dipilih
sangat menentukan corak periklanan yang akan diluncurkan atau media yang harus
dipilih.
Catatan 1
Perlu diingat , laku tidaknya suatu produk bukan hanya
dipengaruhi oleh alat-alat promosi seperti Advertising, personal selling, sales
promotion dan publicity. Banyak faktor yang menentukan laku tidaknya suatu
produk, jasa atau ide. Antara lain:
·
Produk : kualitas, kemasan, daya
tahan, fungsi, kegunaaan, efesiensi, features, style, rasa dan lain-lain.
·
Price : harga yang sesuai dan
harga yang terjangkau konsumen, diskon, sistem pembayaran dan kredit.
·
Place : Ketersediaan produk
dipasar, terjangkau jarak oleh konsumen, transportasi dan retail.
Karena itu lakunya produk harus terjadinya keserasian antara
unsur-unsur marketing mix.
Catatan 2
·
Iklan memang bertujuan
membujuk orang untuk membeli produk dalam jangka panjang maupun jangka pendek.
·
Tapi lebih dari itu, iklan
seharusnya menyumbang aspek positif pada khalayak yang diterpa iklan tersebut.
Catatan 3
·
“Menggali sumur ada
baiknya di saat musim kemarau, dan bukan musim penghujan” (Pepatah klasik)
·
Pada saat krisis
perusahaan umumnya memangkas budget iklan.
·
Tapi perusahaan yang
jeli, akan mempertahankan budget iklan dan terus berpromosi.
·
Kenapa? Karena kompetitor
berkurang sehingga pesan iklan akan lebih efektif.
·
Lebih dari itu, brand
image akan tetap terpelihara sehingga konsumen tidak akan lari.
BAHAN BAKU:
·
Idi Subandi Ibrahim.
2007. Kecerdasan
Komunikasi. Penerbit Simbiosa.
·
M Arif Budiman. 2008. Jualan Ide Segar. Galang Press.
·
Rendra Widyatama. 2007. Pengantar
Periklanan. Pustaka Book Publisher.
·
Beberapa sumber lainnya
yang relevan
KOMUNIKASI
PERIKLANAN
ADVERTISING PLAN
A. Pengertian
a. Advertising Plan
Berisi latar belakang histories dan data-data mengenai program
periklanan yang sudah pernah dibuat sebelumnya untuk suatu produk
b. Advertising Plan
Merupakan rekomendasi mengenai rencana kampanye periklanan di
masa yang akan datang
c. Advertising Plan
Berisi analisa SWOT mengenai suatu produk dan solusi untuk
mengatasi problem, sekaligus menangkap peluang yang ada d. Advertising Plan
merupakan Action Document yang berisi tidak hanya strategi tapi juga
implementasi dari strategi periklanan
e. Advertising Plan
Berisi rekomendasi mengenai jumlah dana yang dibutuhkan dan
rincian penggunaannya untuk suatu kampanye periklanan dalam periode tertentu
B. Komponen-komponen Perencanaan Periklanan
Perencanaan Periklanan harus sejalan dengan perencanaan
pemasaran (marketing planning).
1. Tujuan Periklanan harus sejalan dengan tujuan pemasaran atau
dengan kata lain tujuan Periklanan hanya bisa ditetapkan jika tujuan pemasaran
suatu produk telah ditransformasikan ke dalam tujuan promosi.
Dalam tujuan Periklanan harus menjabarkan berapa % tingkat
awareness (sadar kenal/tanggapan) yang diharapkan terhadap target audience
Dalam tujuan promosi biasanya dinyatakan berapa banyak orang yang diharapkan
tahu tentang promosi yang disampaikan dan pada tingkat tanggapan yang bagaimana
Selanjutnya ditetapkan berapa banyak yang harus menjadi tanggung jawab
Periklanan dan berapa banyak dari unsur-unsur promosi lainnya (Personal
Selling, Publicity, Sales Promotion) Bila seandainya aktivitas unsure-unsur promosi
lainnya dianggap tidak diperlukan dengan sendirinya target audience tersebut
harus menjadi tanggung jawab sepenuhnya Periklanan.
Langkah berikutnya adalah menentukan tingkat tanggapan yang
bagaimana yang diharapkan sehingga khalayak sasaran bersedia membeli produk
yang diiklankan
2. Strategi Periklanan.
Ada dua syarat utama yang harus dipenuhi:
a. Siapa khalayak sasaran Periklanan
b. Bagaimana membuat khalayak sasaran Periklanan tsb tahu
tentang iklan produk kita sehingga tercapai yang dinyatakan oleh tujuan
Periklanan. Sebagai alat pencapaian tersebut ialah dengan advertising mix yang
terdiri dari unsure media dan unsure kreatif
3. Program Dinyatakan dalam bentuk penjabaran strategi
Periklanan yang dikaitkan dengan unsure waktu
4. Anggaran
Dinyatakan dalam bentuk rincian atas kebutuhan untuk
kegiatan-kegiatan Periklanan
C. Element of Advertising Plan
a. Executive Summary (Ringkasan Eksekutif)
1). Ringkasan yang berisi butir-butir utama yang disampaikan
dalam Advertising Plan
2). Fungsinya untuk memberikan gambaran singkat/kerangka rencana
yang diusulkan. 3). Terdiri dari satu atau dua halaman
b. Situation Analysis
1). Riwayat Produk
2). Latar Belakang diciptakannya produk
3). Budget Periklanan yang sudah dikeluarkan dalam periode
tertentu
4). Tema iklan yang sudah pernah atau sedang digunakan
5). Pengaruh kondisi sosial, politik dan ekonomi yang berkaitan
dengan pemasaran produk
6). Problem yang dihadapi dan peluang yang ada
7). Hal-hal lain yang dapat mempengaruhi program Periklanan
8). Data-data pemasaran penunjang yang diperlukan
Product Evaluation
1.
Deskripsi produk dibandingkan dengan kompetitor
2.
Pengembangan, modifikasi dan perubahan-perubahan lain yang
terjadi pada produk selama dipasarkan
3.
Persepsi konsumen terhadap produk
4.
Distribusi produk
5.
Pendapat para distributor atau retailer terhadap ketersediaan
dan pemasaran produk
6.
Kemasan produk
7.
Problem yang dihadapi konsumen terhadap produk tsb
d. Consumer Evaluation
1. Geografi, demografi, psikografi
2. Pendapat terhadap produk : kualitas, harga, kemasan, iklan
dan aktivitas promosi
lain, after sales sevice, dsb
3. Pola penggunaan produk
e. Competitive Analysis
1. Kompetitor langsung
2. Kompetitor tidak langsung. Data-data mengenai situation
analysis dapat dirangkum
dalam bentuk yang lebih sistematis, yaitu dengan analisa SWOT
f. Marketing Goal
1. Berisi tujuan yang akan dicapai serta strategi pemasaran yang
akan dilaksanakan
2. Penjelasan bahwa AP yang dibuat adalah untuk mendukung
pencapaian tujuan pemasaran tsb
g. Advertising Recommendation
1. Target Market Bisa sama dengan yang tercantum dalam consumer
evaluation. Atau lebih spesifik, misal rencana program Periklanan lebih
ditekankan pada pemakai produk kompetitor, pemakai setia atau orang yang belum
tahu sama sekali mengenai produk tsb.
Advertising Objective
Tujuan Periklanan ditetapkan berdasarkan analisa situasi dan
tujuan pemasaran yang telah ditetapkan lebih dulu Dibuat dalam kalimat
singkat/pendek, jelas dan mudah dipahami
h. Positioning
Kesan/citra apa yang akan ditanamkan dalam benak konsumen
tentang produk tsb.
Creative Strategy berdasarkan informasi yang telah dijelaskan
dalam analisa situasi maka ditentukan pendekatan kreatif
a. Tematis : tema yang diangkat menjadi inti pesan iklan produk
dalam jangka panjang b. Taktis : pesan iklan yang dibuat khusus untuk
kepentingan jangka pendek dan tetap berkesinambungan dengan tema iklan yang
telah ditetapkan
c. Tone and manner : citra atau kepribadian produk yang ingin
ditonjolkan melalui pesan iklan
j. Media Strategy
1. Khalayak sasaran
3. Executions
a. Layout dan copy untuk iklan cetak
b. Naskah radio
c. Storyboard untuk iklan televisi
4. Brosur, katalog, desain kemasan, dll (tergantung kebutuhan)
k. Budget
1. Pengembangan konsep kreatif dan produksi materi kreatif
2. Pemasangan iklan di media yang ditetapkan
3. Aktivitas komunikasi
pemasaran lain


Tidak ada komentar:
Posting Komentar